Bu Hartinah
 
     
 
» PROFILE
» CERITA
» AGENDA
» PROSES
» GALLERY
» CONTACT US
 

next>

DULU SELENDANG DISUNGGING,
SEKARANG TIDAK

oleh : BU HARTINAH

 
   

Motif khas Giriloryo biasanya menggunakan nama 'sido', misalnya: sido mukti, sido luhur, sido mulyo, sido asih. Ini berbeda dengan desa lain. Misalnya Wonokromo ciri khasnya adalah 'nitik'. Kalau motif lama yang sekarang masih ada di Giriloyo semen romo atau pringgodani. Waktu saya belajar ketika kecil, semen romo dan pringgodani sudah ada.

Sekarang batik lebih banyak yang disederhanakan, karena orang-orang ingin lebih cepat selesai. Kalau dulu batik selendang sebelum dipola dibuat pinggiran sungging. Sekarang umumnya menggunakan tumpal, tidak menggunakan sungging lagi. Karena sungging memakan waktu lama dan lebih rumit. Lama–lama hanya menggunakan merang bodol yang seperti garis-garis saja. Merang bodol adalah sejenis sungging juga, hanya lebih mudah dan sederhana.

Jadi kalo merang bodol itu ibaratnya seperti memanen padi. Kalau memanen padi dulu prosesnya di-eneni, kemudian di-unting. Kalau sekarang hanya dibabat saja. Sama seperti batik, dulu menggunakan sungging, sekarang hanya menggunakan merang bodol. Hanya mencari mudahnya saja.

Selain selendang dan jarik kami juga membuat iket. Motif iket juga bermacam-macam. Tergantung setelannya. Misalnya, kalau kainnya (jarik) motif sidomukti, maka iketnya juga motif sidomukti. Kalau kainnya motif wahyu turun, iketnya juga wahyu turun.

Hiasan bingkai iket bervariasi. Ada yang dicecek. Ada juga yang dibuat pecokan. Ada juga yang dibuat cowekan. Ada juga yang dikombinasi menjadi cecek-pecok atau cecek-cowekan. ***

 
       
 
 
Copyright 2008, Bimasakti